Cara Bayar fidyah untuk Ibu Hamil

Bayar fidyah untuk Ibu Hamil

Bagi setiap umat muslim puasa Ramadan merupakan ibadah yang wajib hukumnya, kecuali bagi mereka yang tidak mampu. Wanita hamil, ibu menyusui, orang sakit, orang bepergian jauh dan bekerja berat diperbolehkan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa ketika bulan Ramadan. Namun nanti di qadha di hari lain atau membayar fidyah.

Bagi mereka yang tidak berpuasa, Islam mengatur ketentuan penggantinya. Jika masih kuat secara fisik diganti dengan qadha. Namun jika lemah tubuhnya diganti dengan fidyah.

Kisaran fidyah adalah satu mud makanan pokok untuk satu hari puasa yang ditinggalkan. Satu mud setara dengan 0,6 kilogram beras. Berikut cara membayar fidyah yang telah rangkum dari berbagai sumber.

Cara Membayar Fidyah

Dikutip dari Dream.co.id, Ibnu Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj menjelaskan fidyah diserahkan kepada fakir miskin. Selain golongan ini, tidak boleh menerima fidyah. Tidak akan sah, Jika diberikan selain kepada fakir miskin. Maka Si pembayar wajib kembali membayar fidyah kepada fakir miskin.

Sementara terkait pembayarannya, Imam Ar Ramli dalam Fatawa Ar Ramli memberikan perincian mengenai hal ini. Cara membayar fidyah ada 3, yaitu:

Cara membayar fidyah di akhir Ramadan. Semisal, orang tidak sanggup berpuasa dari awal sampai Ramadan hampir selesai. Cara membayar fidyahnya cukup dibayar sekali dengan jumlah sebagaimana puasa yang ditinggalkan.

Cara membayar fidyah setiap hari begitu tidak puasa. Dianjurkan fidyah diberikan setelah terbit fajar. Misalnya, seseorang tidak bisa puasa di hari pertama Ramadan. Maka ketika terbit fajar pertama Ramadan, fidyah dibayarkan.

Cara membayar fidyah setelah Ramadan selesai. Bisa dengan sekaligus ataupun dicicil setiap hari sampai lunas seperti puasa yang ditinggalkan.

Takaran Membayar Fidyah Bagi Ibu Hamil

yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum (kira-kira 6 ons=675 gram=0,75 kg atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa, Menurut Ulama Besar Imam Malik dan Imam As-Syafi’i.

Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud atau setara 1/2 sha’ gandum. (Jika 1 sha’ setara 4 mud= sekitar 3 kg. Maka ½ sha’ berarti sekitar 1,5 kg). Biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah beras.

Bayar fidyah untuk Ibu Hamil

Bayar fidyah untuk Ibu Hamil
Bayar fidyah untuk Ibu Hamil

Cara Bayar fidyah untuk Ibu Hamil bisa berupa pemberian makanan pokok atau makanan siap saji. Jadi yang pertama, semisal ia tidak puasa 30 hari. Sehingga harus menyediakan fidyah 30 takar dimana masing-masing 1,5 kg. Fidyah tersebut dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misal 3 orang, dimana masing-masing dapat 10 takar).

Kedua, yakni dengan memberikan makanan siap saji kepada fakit miskin. Jadi semisal ia punya hutang 30 hari maka harus menyiapkan 30 porsi makanan (sepiring lengkap dengan lauk pauknya). Makanan tersebut dibagi-bagikan kepada 30 fakir miskin.

Waktu pembayaran fidyah, yakni terhitung setelah puasanya bolong. Contoh ia luput 5 hari, maka ia boleh membayar sejak bulan ramadhan, syawal hingga sya’ban.

Bolehkan Fidyah Dibayarkan Dalam Bentuk Uang?

Beberapa orang memang ada yang membayar fidyah dalam bentuk uang ataupun nominal. Hal ini sebenarnya masih menuai perbedaan pendapat di antara ulama. Menurut ulama Hanafiya, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku (1,5 kg makanan pokok perhari dikonversi jadi rupiah).

Namun pendapat dari mayoritas ulama, mulai dari Syafiiyah, Malikiyah dan Hanabilah, fidyah tidak boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Melainkan harus dalam bentuk makanan pokok.

Pendapat kedua ini didasari oleh dalil syar’i, yakni:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankanya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (Q.S. al-Baqarah: 183).

Demikian Semoga Bermanfaat Sahabat As Shidiq Aqiqah

 

Leave a Comment